Restrukturisasi Kredit di Bank Perkreditan Rakyat (BPR): Solusi Bijak Hadapi Kesulitan Bayar

30 Jan 2026
Perbankan
1 Menit Baca
Ukuran Teks:

Apa Itu Restrukturisasi Kredit?

Restrukturisasi kredit adalah upaya penyelamatan kredit yang dilakukan bank dengan mengubah syarat-syarat perjanjian kredit karena nasabah mengalami kesulitan keuangan sementara. Di lingkungan BPR, restrukturisasi menjadi instrumen penting untuk menjaga kualitas portofolio kredit sekaligus membantu nasabah UMKM dan masyarakat kecil yang menjadi core market BPR tetap produktif.
 

Dasar Hukum Restrukturisasi di BPR

Restrukturisasi kredit BPR diatur dalam:
  • POJK No. 48/POJK.03/2021 tentang Penyelenggaraan Usaha BPR dan BPRS
  • Surat Edaran OJK terkait klasifikasi kredit dan penyisihan penghapusan aktiva produktif (PPAP)
  • Kebijakan internal masing-masing BPR yang disusun sesuai karakteristik risiko
 

Jenis-Jenis Restrukturisasi Kredit di BPR

BPR umumnya menerapkan 6 jenis restrukturisasi sesuai POJK:
 
 
Jenis Restrukturisasi
Penjelasan
Cocok Untuk
Rescheduling
Penjadwalan ulang jangka waktu angsuran
Nasabah dengan arus kas terganggu sementara
Reconditioning
Perubahan suku bunga atau cara pembayaran
Nasabah dengan margin usaha menurun
Rescheduling + Reconditioning
Kombinasi penjadwalan ulang & perubahan suku bunga
Kesulitan keuangan sedang
Repayment
Perubahan jadwal pembayaran pokok
Usaha musiman atau proyek jangka panjang
Restructuring
Perubahan agunan atau penambahan agunan
Nilai agunan menurun signifikan
Conversion
Pengalihan kredit menjadi penyertaan modal
Usaha strategis dengan potensi recovery tinggi

Syarat Pengajuan Restrukturisasi

Nasabah BPR dapat mengajukan restrukturisasi jika memenuhi kriteria: ✅ Memiliki riwayat pembayaran lancar minimal 6–12 bulan sebelumnya
✅ Mengalami gangguan keuangan akibat kondisi di luar kendali (bencana alam, pandemi, dll)
✅ Masih memiliki kemampuan usaha yang viable
✅ Menunjukkan itikad baik dengan tetap membayar sebagian kewajiban
✅ Menyertakan dokumen pendukung (laporan keuangan, surat keterangan usaha terdampak)
 
 
 
Catatan penting:
  • Proses di BPR umumnya lebih cepat daripada bank umum (1–4 minggu) karena struktur organisasi yang ramping
  • Keputusan akhir ada di Komite Kredit BPR yang dipimpin Direksi
  • Restrukturisasi hanya bisa dilakukan maksimal 2 kali untuk satu fasilitas kredit
 

Dampak Restrukturisasi pada Status Kredit

 
Sebelum Restrukturisasi
Setelah Restrukturisasi
Catatan
Kredit Macet (Kolektibilitas 4-5)
Dinaikkan ke Lancar (Kolektibilitas 1-2)
Setelah 6 bulan pembayaran lancar pasca-restrukturisasi
PPAP tinggi
PPAP diturunkan bertahap
Sesuai kinerja pembayaran
BI Checking buruk
BI Checking diperbaiki
Setelah kredit kembali lancar minimal 12 bulan

Manfaat Restrukturisasi Bagi Stakeholder

Bagi Nasabah:
  • Menghindari eksekusi agunan
  • Meringankan beban angsuran bulanan
  • Menjaga reputasi kredit (BI Checking)
  • Memberi ruang napas untuk pemulihan usaha
 
Bagi BPR:
  • Mengurangi potensi NPL (Non Performing Loan)
  • Mempertahankan hubungan baik dengan nasabah loyal
  • Menghemat biaya penagihan & eksekusi agunan
  • Menjaga stabilitas likuiditas portofolio
 

Tantangan & Risiko yang Perlu Diwaspadai

⚠️ Moral Hazard: Nasabah sengaja menunda bayar demi dapat restrukturisasi
⚠️ Over-restructuring: Terlalu sering merestrukturisasi kredit yang sebenarnya tidak viable
⚠️ Regulatory Risk: Perubahan regulasi OJK yang memperketat kriteria restrukturisasi
⚠️ Data Integrity: Kesulitan memverifikasi kondisi keuangan nasabah yang sebenarnya
 

Tips Sukses Restrukturisasi untuk Nasabah BPR

  1. Ajukan lebih awal – Jangan tunggu sampai benar-benar macet total
  2. Transparan – Sampaikan kondisi keuangan sejujur-jujurnya
  3. Siapkan rencana pemulihan – Tunjukkan strategi usaha pasca-restrukturisasi
  4. Patuhi komitmen – Bayar tepat waktu sesuai skema baru
  5. Komunikasi intensif – Bangun hubungan baik dengan account officer
 

 

 

 

Penutup

Restrukturisasi kredit bukanlah "penghapusan utang", melainkan kesempatan kedua yang diberikan BPR kepada nasabah yang masih memiliki potensi usaha. Bagi BPR, ini adalah strategi risk management yang cerdas untuk menjaga kesehatan portofolio sekaligus mendukung ketahanan ekonomi mikro di wilayah operasionalnya. Kunci keberhasilannya terletak pada seleksi ketat, monitoring ketat, dan komitmen bersama antara bank dan nasabah.
 
 

Artikel Berkaitan

01 Feb 2026
🛵🚗 Kredit Motor/Mobil ala Gen Z: Gaya Boleh, Tapi Jangan Sampe Gaji Langsung "POOF!" Jadi Asap
Bro, jujur aja — pernah scroll TikTok/Reels liat orang pamer kunci mobil baru sambil bilang "F...
01 Feb 2026
🏡 KPR untuk Pasangan Muda: Panduan Realistis Punya Rumah Pertama Tanpa Jadi "Gajian Langsung Habis"
Bro, lihat timeline media sosial: teman-teman pada posting housewarming, stories pamer kunci rumah b...