PT. BPR Karimun Sejahtera yang didirikan berdasarkan Akta Pendirian Nomor 52 (Lima Puluh Dua) tanggal 24 February 2009 dibuat dihadapan notaries Anly Cenggana, S.H berkantor di Batam.

Terdiri dari Direktur Utama dan direktur sebagaimana tertuang di dalam Akta Pendirian yang diangkat dan diberhentikan oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan bertanggung jawab kepada RUPS.

Karyawan atau tenaga kerja yang diterima dan dipekerjakan di Perusahaan berdasarkan Surat Keputusan Direksi dan/atau sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Maksud dan tujuan dari Peraturan Perusahaan adalah untuk mengatur kewajiban dan hak karyawan terhadap Perusahaan ataupun sebaliknya sehingga terwujud suasana kerja yang kondusif guna meningkatkan produktivitas kerja yang bermanfaat bagi kedua belah pihak.

PT. BPR Karimun Sejahtera mulai beroperasi tanggal 15 juli 2009, sesuai dengan surat izin usaha operasional dari Bank Indonesia No. 11/28/KEP.GBI/DpG/2009 tanggal 26 Mei 2009.

Pengembangan Kantor PT. BPR Karimun Sejahtera
Dalam rangka meningkatkan perekonomian daerah Kabupaten Karimun, khususnya Tanjung Batu Kota Kecamatan Kundur yang merupakan daerah berpenduduk yang cukup padat sebanyak 75.672 jiwa (data Kecamatan tahun 2008), disekitarnya terdapat 519 ruko, dan secara keseluruhan ruko tersebut telah ditempati oleh pedagang dengan berbagai jenis kebutuhan masyarakat.

Tujuan pengembangan jaringan kantor ini selain untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang berlokasi di sekitar daerah ini juga meningkatkan perekonomian manyarakat melalui peningkatan sector riil dengan pemberian kredit kepada sector UMKM. Pemilihan dan penetapan lokasi dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek yang berpengaruh terhadap target dan rencana pengembangan bisnis BPR dan beberapa pendekatan antara lain :

a.    Potensi Daerah yang ditinjau dari:

  • Aspek perekonomian dengan cakupan pertumbuhan PDRB dan pertumbuhan PDRB perkapita.
  • Aspek perbankan yang meliputi pangsa dana masyarakat dan pangsa kredit serta jumlah kantor bank yang beroperasi.
  • Aspek kependudukan meliputi jumlah penduduk dan kepadataan penduduk perkm/jiwa serta perkiraan laju pertumbuhan penduduk.

b.    Mempertimbangkan target pasar, proyek-proyek yang sudah ada dan yang akan berkembang serta potensi ekonomi daerah lainnya yang berkaitan langsung dengan perkembangan usaha kedepan.

c.    Jumlah jaringan kantor yang beropereasi di daerah ini khususnya lokasi kantor yang akan didirikan dibandingkan dengan potensi yang ada yang dapat dikembangkan.
d.    Estimasi rencana keuangan kantor cabang di table proyeksi keuangan setiap bulanan untuk tiga tahun pertama.

%d blogger menyukai ini: